Monday, 18 December 2017

Tips Dari Ustad Abdul Somad Memilihkan Sekolah Untuk Anak


Dulu saya sempat bingung memilihkan sekolah untuk anak saya. Bahkan, sebelum masuk usia sekolah dasar, bingungnya udah duluan menyerang. Bagaimana tidak, saya melongok ke sekolah negeri, yang banyak pelajaran umumnya, pelajaran agama hanya 2-4 jam dalam seminggu. Nah, gimana pembangunan karakter dan akhlatulkarimahnya nanti, bagaimana penanamkan nilai-nilai agama, bagaimana mengenalkan Akhlak Rasulullah dan para sahabat kepada anakku nanti, sementara kami suami istri bekerja semua?

Melirik ke sekolah islam terpadu dan boarding school, biaya masuknya selangit, SPP per bulan meroket, aduhhh pusing duluan kepalanya. Mulai deh, ngitung-ngitung pendapatan, ngitung gaji, dikurangi sama cicilan rumah, biaya listrik, biaya bensin, dan makan sehari-hari. Hik..hik..hik... speechless!

Alhamdulillah, akhirnya Allah menunjukkan jalan. Saya mulai membaca banyak artikel tentang tips memilih sekolah yang bagus untuk anak. Sebagian besar dari artikel yang saya baca menjelaskan bahwa sekolah bagus ditentukan oleh beberapa hal diantaranya : Kurikulum, Metode Pembelajaran, Mutu Guru, Mutu Manajemen, dan kelengkapan Fasilitas serta Sarana Prasarana.

Dannn...yang paling penting untuk diperhatikan dan diamati baik-baik adalah kurikulum pendidikannya serta mutu gurunya. Dua hal ini kata kunci untuk memilih sekolah yang baik bagi anak. Karena saya ingin menanamkan pondasi nilai yang kuat pada anak saya, maka saya memilih sekolah berbasis agama atau sekolah islam terpadu.

Saya buka mata dan telinga untuk menyerap sebanyak-banyaknya informasi tentang sekolah islam terpadu yang ada di sekitar area perumahan. Ada beberapa sekolah islam terpadu dengan harga yang mehong. Terus cari, cari terus, hehehe, sampai akhirnya saya bertemu dengan sekolah islam terpadu dengan harga terjangkau.

Cuma memang, sarana gedung masih dalam pengembangan, fasilitas air bersih kadang tersendat, hik..hik..lapangan olahraga minim, tapi ada masjid sekolah, ada kantin, dan ruang kelas yang layak. Alhamdulillah, saat ini anak saya sudah masuk ke hapalan juz 28, memahami kewajiban shalat, puasa, bisa berbahasa Arab, bahasa Inggris walau tersendat-sendat,hehehe.





Saat mendengar ceramah Ustad Abdul Somad saat mengisi kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Enggal, Bandar Lampung, Lampung pada Selasa, 12 Desember 2017 lalu, saya semakin bersyukur tidak salah memilihkan sekolah untuk anak saya.

Dalam syiarnya, Ustad ahli hadist dan perbandingan mazhab ini menjelaskan tentang sistem pendidikan sekuler dan pendidikan agama. Menurut Ustad Abdul Somad, saat ini sistem pendidikan terbagi dua, yaitu pendidikan sekuler/liberal dan pendidikan agama.

“Sekarang pendidikan terbagi dua, yang sebelah kiri, hebat fisika, hebat kimia, hebat matematika,  tapi tidak bisa shalat. Allahuakbar, diam saja, itu pun (shalatnya) idul fitri sama idul adha aja,” ujar Ustad Abdul Somad. Yang sebelah kanan, ujarnya, ngerti hadist, ngerti fikih, ngerti sejarah Islam, tapi kalau lampu, dia bingung, kalau laptop mati dia bingung, “Gaptek”.

“Nah, yang tengah yang hebat, (sistem pendidikan) yang mengombinasikan keduanya. Bahasa Inggris mantap, fisika mantap, biologi mantap, medisnya mantap, quran hadistnya mantap, akidahnya mantap, tauhidnya mantap, ilmu kalamnya mantap. Inilah yang akan menolong agama Allah,” ujar Ustad Somad disambut gemuruh tepuk tangan masyarakat Lampung.

Bersyukur saat ini sistem pendidikan Islam Modern yang memadukan pendidikan umum/sains/teknologi dengan pendidikan agama sudah menjamur. Ada pondok pesantren modern Gontor, Al Azhar, Islamic Boarding School, Sekolah Islam Terpadu, Tahfizul Quran, dan lainnya yang sudah memadukan ilmu umum dan agama.

Sistem pendidikan islam modern ini kini menjadi favorit di tengah masyarakat sebab siswanya tidak hanya dibekali dengan nilai-nilai agama Islam, kekuatan karakter dan akhlatul karimah, tapi juga diajarkan untuk menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, kemampuan bahasa internasional, dan keterampilan lainnya. Hayo Bunda, mau pilih yang mana?

(Rinda Mulyani)


Blog ini mengajikan berita dan analisis yang sesuai dengan kaidah jurnalisik. Ditulis dalam bentuk feature.

1 komentar so far

Saya milih sekolah yg tetap mementingkan karakter & agama :)


EmoticonEmoticon