Monday, 13 November 2017

Motivasi Kang Abik Luncurkan Novel Bidadari Bermata Bening

Habiburrahman El Shirazy membedah novel terbarunya,
Bidadari Bermata Bening di Masjid Al Walidain, Ponpes Al Firdaus,
BKP Kemiling, Bandar Lampung, Minggu (13/11/2017).
Bertemu dengan penulis novel Islami nomor 1 di Indonesia, Habiburrahman El Shirazy tentunya sangat menyenangkan. Apalagi dapat mendengarkan cerita dan pengalaman langsung dari ustad yang akrab disapa Kang Abik ini. Tentunya di dunia novelis nama Kang Abik sudah tidak asing kan, termasuk bagi para penggemar buku-buku karya Kang Abik yang sudah banyak dijadikan film. Yang paling booming, Ayat-Ayat Cinta 1, Ketika Cinta Bertasbih 1, yang kemudian dibuat seri kedua. Beberapa karya Kang Abik yang lain adalah Dalam Mihrab Cinta, Cinta Suci Zahrana, Bumi Cinta, dan Api Tauhid.

Nah, Alhamdulillah, Minggu kemarin (12/11/2017), saya diundang teman mengikuti bedah novel terbaru Kang Abik berjudul Bidadari Bermata Bening di Masjid Al Walidain, Pondok Pesantren Al Firdaus, BKP Kemiling, Bandar Lampung. Dan,  yang membedahkan...Yups! langsung sanga penulis, Habiburrahman El Shirazy atau Kang Abiiikkkk!

 Kegiatan bedah buku ini berbarengan dengan peluncuran program holiday with quran Ponpes Al Firdaus, dan sponsornya banyak banget loooo. Kang Abik sendiri didatangkan oleh pihak Republika karena memang semua buku Kang Abik diterbitkan oleh Republika. Juga ada pendukung acara dari Tapis Blogger, Forum Lingkar Pena Lampung, Jati Wangi Residen, dan Hotel Nusantara Syariah.

https://youtu.be/WPctjr_DfG8


Saat Kang Abik memaparkanmotivasinya membuat novel Bidadari Bermata Bening ini, saya suprise banget. Ternyata tujuan Kang Abik menulis buku sangat mulia, dia ingin anak muda Indonesia, terutama yang putri memiliki rasa percaya diri, dan berani berimajinasi atau bermimpi besar untuk sebuah kebaikan.

“Berimajinasi ini sangat penting untuk menggali dan menggerakan semua potensi yang kita miliki, berani bermimpi. Beda dengan berkhayal ya, karena berkhayal itu dilarang oleh Rasulullah,” ujar Kang Abik. Menurut Kang Abik, Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam dulu juga sering mengajak sahabatnya untuk berimajinasi, memiliki visi yang besar untuk menegakkan  Agama Islam di bumi ini.

Kang Abik mencontohkan saat perang khandaq, para sahabat yang saat itu sudah di Madinah dikepung oleh musuh. Sampai akhirnya salah satu sahabat mengusulkan untuk membuat parit menggelilingi benteng mereka. Saat mengali parit, para sahabat mendapati satu batu besar yang tidak sanggup mereka pecahkan. Akhirnya Rasulullah mengambil palu dan memukul batu tersebut hingga keluar percikan api, lalu Rasulullah berkata bahwa telah diberikan kepadaku negeri Persia. 

Novel terbaru Habiburrahamn El Shirazy


“Apa itu artinya, artinya Rasulullah memberikan imajinasi kepada para sahabat bahwa negeri Persia saja bisa mereka dapatkan, apalagi cuma memenangkan perang Khandaq waktu itu. Mendengar Rasulullah berkata seperti itu, mengalir lagi semangat dalam diri para sahabat, dan akhirnya ucapan Rasulullah terbukti bahwa Islam mampu menguasai Persia. Itulah imajinasi, itulah visi, jadi kalian anak-anak muda jangan takut untuk bermimpi besar untuk kebaikan,” tutur Kang Abik.
 
Dia menyayangkan kondisi anak-anak muda Indonesia yang justru dicekoki dengan siaran dan tontonan bersifat negatif. Banyak sinetro-sinetron Indonesia yang justru menanamkan nilai kekerasan, gaya pergaulan bebas, minum-minuman, narkoba, dan lainya. “Kalau nggak minum nggak keren, kalau nggak teler nggak gaul, apa itu. Itu imajinasi yang salah dan negatif yang dicecoki kepada anak-anak dan remaja Indonesia ini. Karena itulah, saya menulis buku ini untuk memberikan imajinasi positif bagi para pelajar, mahasiswa, dan anak muda Indonesia,” ujarnya.

Santri Miskin Berprestasi

Nah, Kang Abik juga membocorkan sedikit nih isi novel barunya Bidadari Bermata Bening ini. Menurut Kang Abik, Bidadari Bermata Bening ini mengisahkan perjalanan hidup seorang santri putri bernama Ainul Mardhiah. Seorang putri dari keluarga miskin yang ibunya bekerja sebagai TKW di luar negeri. Nama Ainul Mardhiah ini artinya adalah Ratu Bidadari. Dia sengaja mengambil nama itu untuk tokoh di novel terbarunya untuk menekankan kekuatan karakter Aina  sebagai santri yang tangguh, baik, dan memiliki visi besar untuk kehidupan yang lebih baik. Kebeningan Aina bukan pada matanya, tapi pada hatinya yang tulus.

Saya baru sempat membaca sedikit sih novel Bidadari Bermata Bening ini, baru sekitar 5 halaman,hihihi. Tapi, di awal novel ini, pembaca sudah langsung disuguhkan dengan kekuatan karakter Aina yang sering diejek oleh santri lainnya sebagai anak seorang TKW. Bahkan, temannya sering mencelanya sebagai anak babu yang kelak hanya akan bisa menjadi babu juga. Walau kesal dan marah, Aina tidak bali mencela temannya, dia hanya mengingatkan secara baik-baik dan bersabar atas tingkah laku temannya tersebut.

Seperti yang dijelaskan Kang Abik,  Aina merupakan santri putri yang memiliki kesungguhan dan penuh ketawadukkan selama belaajar di pondok pesantren. Sikap Aina akhirnya mengantarkannya menjadi santri berprestasi dengan mendapatkan beasiswa di salah satu universitas Islam terbaik, Yordan University. Hayoooo, penasaran ya apa saja suka duka yang dihadapi oleh Aina dan bagaimana cara Aina meraih kesukses di bidang pendidikan? Baca sampai selesai buku Bidadari Bermata Bening ya!



(Rinda Mulyani)

Blog ini mengajikan berita dan analisis yang sesuai dengan kaidah jurnalisik. Ditulis dalam bentuk feature.

5 komentar

saya sendiri belum baca novelnya, tapi baca sekilas info dari mbak rinda sepertinya sih menarik...jadi penasaran

Baca novel ini bikin baper abis mbak. Keren penuh pesan yang dalam.

Terimakasih mas Ismail, ayo baca mas..

Wah jadi referensi buat beli novel baru nih

Iya Umi, ini sedang menuntaskan bacaan novelnya Umi.. 😊


EmoticonEmoticon