Wednesday, 20 September 2017

Doa Tahun Baru Islam 1 Muharram

Pagi ini, saya dapat panggilan tugas meliput kegiatan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB-Unila). Waduh, agak malas sih, kan hari ini, Kamis (21/9/2017), bertepatan dengan 1 Muharram 1839 Hijriyah, tugas kantornya sebenarnya libur, tapi ya namanya service prima kepada klien dan nasa sumber,  harus menjalankan tugas sebaik mungkin,hehehe.
     Begitu sampai di lapangan serba guna FEB Unila, sudah banyak mahasiswa, dosen, dan para pimpinan fakultas yang berkumpul. Ternyata hari itu, FEB Unila melaksanakan serangkaian kegiatan  memperingati Hari Ulang Tahun ke-52,  bersamaan dengan Ulang Tahun Unila juga. Jadi ada kegiatan open campus, bazar, talkshow enterpreuner, tausiyah, pentas seni, dan jalan sehat.

Panjatkan doa setiap saat kepada Allah SWT.
     Nah, usai sambutan-sambutan, ditutupi dengan doa.  Saya ikut khusyuk mengaminkan doa tersebut. Menjelang akhir, dibacakan Doa Awal Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1839 H, yaitu:

"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Rahmat dan sejahtera kepada Nabi Muhammad dan kapada keluarga dan sahabat-sahabat baginda sekalian. Ya Allah, Engkaulah Tuhan yang kekal selama-lamanya, sedia ada, tiada permulaan.
KelebihanMu Maha Besar dan KemurahanMu sangat-sangat diharapkan.
Tibalah sudah tahun baru yang telah muncul di hadapan kami, kami memohon kepadaMu agar terpelihara kami sekaliahn di dalam tahun baru ini daripada tipu daya setan-setan yang terlaknat. juga dari kekasih-kekasih syaitan dan bala tentaranya. dan kami memohon kepadaMu akan pertolongan mengalahkan hawa nafsu kami yang mendorong kepada kejahatan.
Kami memohon kepadaMu ya Allah, agar diberi keingin dan kekuatan untuk berbuat  kerja-kerja kebajikan demi meraih RidhoMu. Ya Allah, Tuhan yang Maha Agung lagi Maha Mulia, Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih. Karuniakanlah kesejahteraan kepada junjungan besar Nabi Muhammad S.AW dan keluarga serta sahabat-sahabat Baginda Rasul."

     Doa Awal Tahun Baru Islam yang dibacakan tersebut juga umum dibaca oleh sebagian masyarakat Indonesia dan Malaysia, walau ada beberapa doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Baru Islam yang lain yang  diamalkan masyarakat.
     Nah, saya menelisik doa-doa apa saja yang diajarkan Rasulullah S.A.W untuk Akhir Tahun dan Awal Tahun Baru Islam?  Dikutip dari www.asmaul-husna.com,  bahwa  penetapan kalender Hijriyah sebagai kalender resmi Islam baru dilakukan pada zaman Umar bin Khatab radhiyallahu 'anhu.
     Disebutkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak, dari Said bin al-Musayib, beliau menceritakan: Umar bin Khattab mengumpulkan kaum muhajirin dan anshar radhiyallahu ‘anhum, beliau bertanya, “Mulai kapan kita menulis tahun.” Kemudian Ali bin Abi Thalib mengusulkan: “Kita tetapkan sejak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah, meninggalkan negeri syirik.” Maksud Ali adalah ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah. Kemudian Umar menetapkan tahun peristiwa terjadinya Hijrah itu sebagai tahun pertama Hijriyah. (al-Mustadrak 4287 dan dishahihkan oleh adz-Dzahabi).
     Penetapan tahun baru Hijriyah ini hanya untuk memudahkan administrasi di zaman kekhalifahan Umar. Khalifah Umar juga tidak memerintahkan masyarakat untuk memeriahkan hari  itu sebagai hari istimewa.
     Para ulama menegaskan bahwa tidak ada tuntunan tentang doa khusus yang dibaca pada akhir tahun dan tahun baru Islam, tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad S.A.W, para sahabat, tabi'in, dan ulama-ulama besar. Amalan ini juga tidak ditemui pada kitab para imam hadist.
     Untuk itu, umat Islam dipersilahkan berdoa sesuai tuntunan doa sehari-hari, atau memanjatkan hajat yang diinginkan, karena tidak ada tuntunan doa khusus. Wallahu alam.

(RINDA MULYANI)



Blog ini mengajikan berita dan analisis yang sesuai dengan kaidah jurnalisik. Ditulis dalam bentuk feature.


EmoticonEmoticon