Wednesday, 6 September 2017

Broadcast Tusuk Gigi Kunyit Pendeteksi Boraks, Hoak atau Bukan?

Dini hari, pukul 2.15, Kamis (7/9/2017), saya membuka pesan whatsapp  di grup Komunitas Peduli Kanker. Ada info menarik bagi penggemar bakso untuk membawa tusuk gigi dan kunyit  untuk mendeteksi boraks pada bakso yang mau dimakan. Caranya tusukkan tusuk gigi ke kunyit, lalu tusukan pada bakso atau makanan yang akan diuji, tunggu 5 detik. Jika makanan tersebut mengandung boraks, maka tusuk gigi yang terkena kunyit tadi akan berubah menjadi warna merah.
Info ini sangat meyakinkan karena disana dijelaskan bahwa metode sederhana ini merupakan hasil temuan dua siswi SMAN 3 Semarang, Dayu Laras Wening dan Luthfia Adila yang berhasil menyabet medali emas pada International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2014. Alat deteksi sederhana yang mereka buat tersebut dinamakan SIBODEC atau Stick of Borax  Detector).
Broadcast tentang tusuk gigi dan kunyit pendeteksi boraks.
Sebagai penggemar bakso, tentu saja info ini sangat  menarik dan penting bagi saya. Namun, Oops, tunggu dulu. Di zaman kebebasan informasi saat ini, saya tidak mau tertipu dengan berita atau artikel hoax. Saking penasarannnya, mata pun tidak mau terpejam. Akhirnya, saya berselancar di dunia maya mencari kepastian tentang informasi ini.
Nah, ada dua artikel yang saya temukan. Mungkin, pembahasan dua artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi pembaca untuk mengambil pilihan apakah akan menerapkan cara praktis pengujian borak menggunakan tusuk gigi dan kunyit tersebut atau tidak.

Hoax atau bukan?
Artikel pertama saya unduh dari bilazhr.wordpress.com  yang mengunggah penelitian berjudul  ‘Menguji Kandungan Boraks pada Beberapa Makanan Menggunakan Kunyit’. Pada Wordpress tertulis nama pemiliknya Nabila Zahra, siswa SMAIT P Nururrahman. Dia mengunggah artikel tersebut pada 15 November 2014.
Artikel berupa penelitian sederhana tersebut disusun lengkap mulai dari Bab Pendahuluan, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Metodelogi Penelitian, Cara Kerja, Pembahasan, hingga Kesimpulan dan Saran. Sangat menarik, ditampilkan cara kerja dan hasil tes dari beberapa produk pangan berupa  mi basah, kerupuk gendar, sosis siap makan Daling , kerupuk tempe, kerupuk warung ikan SHS, ketupat  pasar, tahu china rumahan, bleng, sosis siap makan Kimbo, dan tahu china pasar.
Dalam artikel dijelaskan pengujiannya dengan cara mencampurkan 2 ml ekstrak kunyit  kepada ekstrak makanan yang akan diuji dengan perbandingan 1:1. Hasilnya, makanan yang mengandung borak menunjukkan warna merah kecoklatan.
Pada Bab Pembahasan dijelaskan bahwa  boraks  dengan nama senyawanya natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat (Na2(B4O5(OH)4)8H2O)  akan bereaksi dengan senyawa kurkumin yang terkandung dalam kunyit. Kurkumin mampu menguraikan ikatan-ikatan boraks menjadi asam borat, kemudian mengikatnya menjadi kompleks warna rosa atau yang biasa disebut dengan senyawa boron cyano kurkumin kompleks.
Maka, ketika makanan yang mengandung boraks  ditetesi dengan ekstrak kunyit akan mengalami perubahan warna menjadi merah kecoklatan. Saran dari penelitian tersebut adalah melakukan penelitian lanjutan untuk pengukuran kadar boraks sehingga data yang diperoleh lebih akurat.
Artikel ini semakin meyakinkan saya bahwa  alat tusuk gigi dan kunyit bisa kita gunakan untuk mendeteksi boraks pada makanan. Namun, tunggu dulu, saya juga mengunggah hasil investigasi dari  detikcom. Mungkin ini akan memengaruhi keyakinan Anda.

Tusuk gigi dan kunyit.
Dalam berita detikcom dijelaskan bahwa pihak mereka menghubungi salah satu siswa yang disebutkan sebagai penemu alat tes tusuk gigi tersebut, Luthfia Adila. Dila sapaan akrabnya, saat diwawancara pada Juli 2016 sudah menjadi mahasiswa Teknik UGM, Yogyakarta. Dila mengaku tidak tahu siapa yang menyebarkan pesan berantai tentang tusuk gigi dan kunyit pendeteksi boraks tersebut.
Menurutnya, dia dan Wening memang menemukan racikan bahan herbal yang bisa diaplikasikan ke tusuk gigi untuk mendeteksi boraks. Mereka menamakan alat tersebut dengan SIBODEC. Namun, hingga sekarang, dia mengaku belum pernah membagikan cara pembuatan alat deteksi boraks tersebut. Dila juga tidak membeberkan rahasia kandungan herbal yang digunakan.
Dila mengakui kandungan  kurkumin dalam kunyit memang bisa bereaksi dengan boraks melalui perubahan warna merah kecoklatan. Namun, ujarnya, satu pereaksi kurkumin saja tidak efektif, mereka mencampurkan bahan herbal lain sebagai pereaksi. Pada rapid testkit yang dipakai di laboratorium pun, sedikitnya ada dua pereaksi yang digunakan.
Pada prinsipnya, boraks  yang bersifat basa akan bereaksi dengan kurkumin. Tanpa tambahan pereaksi lain, kurkumin juga akan bereaksi dengan bahan-bahan basa lain seperti sabun atau soda kue.
Hmm, bagaimana menurut pembaca? Kalau saya pribadi mendapat kesimpulan bahwa kunyit memang dapat mendeteksi keberadaan boraks pada makanan, walau kurang efektif karena juga bisa mendeteksi zat basa lain, serta kadarnya tidak diketahui. Yups, kalau saya Yes,  saya memilih untuk menyimpan tusuk gigi dan kunyit dalam tas saya!

(RINDA MULYANI)


Blog ini mengajikan berita dan analisis yang sesuai dengan kaidah jurnalisik. Ditulis dalam bentuk feature.


EmoticonEmoticon